Rabu, 16 Januari 2013

Ku 'Tak Berhenti Percaya



Lagu ini sangat memberkati sekali, suatu pengakuan iman dari kita bahwa kita tidak akan pernah menyerah mengikut Kristus.
Tak akan berhenti percaya, itulah yang Tuhan inginkan sebagai anak Tuhan...
God bless us..

Jumat, 09 November 2012

Live Concer SOP... (Benteng Hidupku..)



luar biasa pujian ini... amazinggg.........http://youtu.be/UFJ7GM-G77k

Cara Mendidik Anak yang Bermasalah dengan benar...

Setiap orangtua pasti berharap agar anak-anaknya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Betapa bahagianya apabila anaknya ketika masih bayi tidak rewel, mudah beradaptasi ketika diajak berkunjung ke rumah saudara atau kenalan, apabila disapa keluarga tersenyum atau bahkan langsung tertawa, tidak susah makan, atau tidak buang air besar dan kecil (termasuk mengompol) sembarang waktu dan tempat. Alangkah bahagianya para orangtua apabila anak-anaknya yang sudah menginjak usia sekolah dapat bersekolah dengan baik, bisa bangun pagi-pagi, tidak bermasalah dengan teman-temannya, rajin belajar, tidak suka berbohong, sopan, suka menolong, patuh kepada orangtua dan guru, apalagi rajin pula beribadah.
Namun, apabila anak tumbuh dan berkembang tidak sesuai dengan yang diharapkan, misalnya, susah makan, rewel, mudah memberontak, atau kalau sang anak sudah mulai besar ia suka berbohong, mencuri, menakali teman, atau malas belajar, tidak jarang orangtua kebingungan bagaimana cara mengatasinya. Ketika sekali atau dua kali orangtua menasihati anaknya dan anaknya tetap tidak berubah, tak sedikit pula orangtua yang justru memarahi anaknya, memberikan hukuman, atau bahkan memukul sang anak. Ketika keadaan sudah begini, tidak banyak dari orangtua yang bisa berpikir dengan tenang untuk mencari jawab mengapa anaknya menjadi bermasalah.

Anak bermasalah yang dimaksudkan di sini adalah anak yang mempunyai perilaku tidak sesuai dengan keinginan atau harapan orangtua yang berkesesuaian dengan nilai-nilai yang dianut oleh orangtua, keluarga, atau bahkan lingkungan. Di dalam menangani anak bermasalah apakah dibenarkan melalui cara, misalnya, memarahi anak, mengurung anak, atau bahkan memukulinya? Sudah tentu, cara-cara tersebut tidak dapat dibenarkan, di samping termasuk “kejahatan terhadap anak”, cara tersebut juga tidak efektif untuk mengubah perilaku anak bermasalah menjadi baik. Jika memang berubah menjadi baik, perubahan yang terjadi akan menyimpan kesan buruk dalam diri anak, atau perubahan itu tidak berlangsung lama karena tidak berangkat dari sebuah kesadaran.
Ada seorang anak yang suka mengambil uang orangtuanya secara diam-diam (mencuri) untuk tambahan jajannya atau untuk bermain game online di warnet (warung internet) dekat rumah. Pada saat orangtuanya mengetahui bahwa yang mencuri uangnya adalah anaknya sendiri, maka sang orangtua memarahi habis-habisan sang anak, bahkan memukulnya. Untuk beberapa waktu sang anak anak memang jera dan tidak mau mencuri lagi karena takut kepada orangtuanya. Namun, apakah perilaku bermasalah anaknya selesai begitu saja? Ternyata, sang anak beralih untuk mengambil uang temannya. Hal ini bisa terjadi barngkali sang anak berpikir jika mengambil uang temannya lebih aman karena temannya tidak segalak orangtuanya ketika marah.

Ada pula seorang anak yang mempunyai kebiasaan makan banyak. Orangtuanya memarahinya dengan sangat karena sang orangtua tidak menginginkan anaknya semakin bertambah berat badannya. Sang anak memang telah mengalami berat badan yang berlebih alias kegemukan. Di depan orangtua, sang anak memang makan secara normal sebagaimana kebiasaan keluarga, yakni sehari makan sebanyak tiga kali. Namun, ketika orangtuanya tidak di rumah atau ketika orangtuanya sedang tidak melihatnya, sang anak mencuri-curi makanan (di rumahnya sendiri) dengan memakanya secara cepat sebagaimana orang yang sudah tiga hari tidak makan. Hal ini dilakukan sang anak agar dapat menyelesaikan makan sesegera mungkin dan tidak ketahuan orangtuanya.
Dari dua contoh di atas, cara yang dilakukan orangtua dalam mengatasi anaknya yang bermasalah ternyata tidak efektif. Sang anak memang menuruti apa yang menjadi harapan orangtuanya, akan tetapi tidak berangkat dari kesadarannya. Sang anak berubah karena takut kepada orangtuanya yang memarahinya, membentaknya, atau bahkan memukulnya. Menurut sebagian pemahaman para orangtua kita di zaman dahulu, cara seperti ini adalah cara yang paling efektif, katanya. Tetapi, satu hal yang harus diakui, cara seperti ini akan meninggalkan kesan yang menakutkan pada diri sang anak. Bila sudah begini, ada hal yang terkebiri pada diri sang anak, baik itu potensi, kemerdekaan, atau bahkan sang anak malah belajar kekerasan dan kehilangan rasa kasih sayang dalam dirinya.
Ada tiga prasyarat yang harus dipenuhi oleh setiap orangtua agar dapat mengatasi anaknya yang sedang bermasalah secara efektif, yakni:
1. Bersikap Tenang
Orangtua yang panik atau malah kebingungan tidak akan bisa menyelesaikan masalah yang terjadi pada anaknya dengan baik. Kepanikan ini biasanya terjadi ketika sang orangtua tiba-tiba melihat sebuah kenyataan bahwa anaknya ternyata bermasalah. Sungguh, sang orangtua tidak menyangka sebelumnya akan ada kejadian yang tidak diinginkan menimpa anaknya. Di sinilah dibutuhkan ketenangan agar dapat mengurai masalah dengan baik dan mencari jalan keluarnya.

2. Berbuat Sepenuh Kasih dan Sayang
Hal yang paling penting di dalam mengatasi anak yang bermasalah adalah berbuat sepenuh kasih dan sayang. Rasa kasih dan sayang ini hendaknya mendasari setiap langkah yang ditempuh oleh orangtua dalam mengatasi anaknya yang bermasalah. Jadi, bukan karena rasa malu, demi kehormatan keluarga, apalagi didorong oleh kemarahan tertentu.

3. Memahami Anak Sebagai Pribadi yang Berkembang
Memahami anak sebagai pribadi yang berkembang yang dimaksudkan di sini adalah setiap anak mempunyai tahapan demi tahapan dalam berkembang. Sudah tentu, tahapan perkembangan anak sangat berbeda dengan cara berpikir dan memahami segala sesuatu yang dimiliki orangtuanya. Dalam hal ini, orangtua tidak bisa memaksakan kehendak terhadap anaknya agar mengikuti cara berpikir dan memahami sesuatu sebagaimana orangtuanya. Jika memang orangtuanya menghendaki sang anak melakukan apa yang menjadi harapannya hendaknya disesuaikan dengan tahapan perkembangan sang anak.
Demikianlah tiga prasyarat yang harus dimiliki orangtua ketika akan mengatasi masalah yang terjadi pada anaknya. Hal penting yang harus dipahami adalah mengatasi masalah yang satu dengan yang lainnya tidak jarang dibutuhkan pendekatan yang berbeda karena jenis dan penyebab masalahnya pun berbeda. Semoga pembahasan ini bermanfaat bagi segenap orangtua agar anak-anaknya dapat tumbuh dan berkembang secara menyenangkan dan sesuai dengan harapan orangtua dan keluarga.

NB: Catatan diatas sangat bagus diterapkan bagi setiap orangtua dalam mendidik. sebab dengan menulis hal seperti ini saya jg bisa belajar dan mengerti cara mendidik yg baik seperti apa... sebab meskipun saya sndri sekarang blm menjadi orangtua yang sesungguhnya tapi saya punya tanggung  jawab yg besar dalam mendidik persekutuan Kaum Remaja saya yang ada di gereja,,, yang notabene karaktar mereka masih sangat labil... so,  keterangan diatas bukan diperuntukan bagi anak yg masih umur kurang dari lima tahun, tetapi selama kita mempunyai anak atau anggota yang harus kita didik mjd pribadi yg lebih baik.... GB us... 





Facebook (Herlina Sanda)

Jumat, 25 Februari 2011

Bertahan ditengah segala kesedihan dan kesusahan karena yang sesuatu yang BAIK pasti TERJADI

Hai Guysss,,,, 
Gotten Morgan,,,

Hari ini hari yang begitu cerah,,, terik matahari memanasi suasana hati yang bisa dibilang lagi kalut, sedih, pikiran yang masih aja terus berfikir, entah apa yang terjadi di pagi ini, tiba-tiba saja harus terjadi,,,
Kadang aku berfikir betapa tidak berharganya hidupku, dan rasanya semuanya tidak ada yang memihak padaku meskipun itu suatu hal yang benar. Aku tahu dengan aku berkata demikian sama saja aku tidak mensyukuri apa yang sudah TUHAN berikan padaku.,,, tapi itulah manusia,,, aku hanya menuangkan apa yang menjadi uneg-uneg ku, dan curhatan ku di dalam BLOG ini,, mungkin bagi yang membacanya ada yang bilang BLOG ini tidak jelas,,, ada yang bilang ah CeMen,, ada yang bilang, NoRak dll.

Satu hal biarpun airmata ini terus menerus mengalir,,, aku hanya bisa berdoa dalam hati, dan hanya bisa berkata dan curhat sama TUHAN ku juga yaitu YESUS,,, aku akan berkata 

" BAPA Engkau tahu segala kekuranganku, Engkau juga tahu, aku adalah milikMu dan begitupun sebaliknya, dan Engkau  juga tahu kalo aku hanya bisa HIDUP karena Engkau. maka dari itu Tuhan aku mau berdoa agar hatiku ini tetap terjaga terhadap Engkau, jauhkan dari segala hal yang tidak berkenan kepadaMu baik itu iri dengki, sakit hati, akar pahit yang berkepanjangan dll, agar namaMu tetap kumuliakan dan aku bisa mempertanggungjawabkan setiap kehidupanku terhadapMu, karena Tubuh ini adalah BaitMu Bapa, dan mau terus mengasihi dengan orang-orang yang ada disekeliling ku, yang sudah mencintaiku,baik itu Bapa, adik2ku, abangku, sanak keluarga, sahabat2 dan semuanya yang sudah Engkau berikan padaku, sebab Engkau terlebih dahulu mengasihiku,,,, Amin"


Ya itulah yang merupakan Doa2ku & Isi curhatan dari Blog ini untuk semua orang yang aku kasihi,,,,

Praise The LORD,,,,












Good Read!!

herlinasanda.blogspot.com

Kamis, 17 Februari 2011

Kebiasaan Baik


Gimana sih caranya supaya kita bisa ngilangin kebiasaan yang gak baik, yang ada didiri kita. misalnya : ngomong kasar, nonton film porno and lain2,,,,,
 
Namanya kebiasaan pasti susah dihilangkan, tapi itu bukan berarti tidak mungkin. kebiasaan itu kalo semakin dibiarkan maka akan semakin membantu menjadi karakter, baik itu kebiasaan baik ataupiun buruk .ingin menghilangkan kebiasaan buruk? mungkin harus dicoba beberapa hal berikut:
  1. Ganti dengan  kebiasaan baik. kadang kebiasaan itu gak bisa dilawan, makin dilawan malah makin pengen. caranya? Ganti!! ganti dengan kegiatan yang mengalihkan kita dari mikir ngerokok mulu.
  2. Lakukan dengan bertahap kalo gak bisa drastis. sabar, tekun dan konsisten dengan janji ingin berubah.
  3. Tekad yang tinggi. kalo ngak, biasanya berhenti ditengah jalan.
  4. Jauhi lingkungan yang bikin kamu melakukan kebiasaan buruk itu. suka liat internet porno? jangan ke warnet sendirian, misalnya.
  5. Gaul dilingkungan yang bisa mendukung kamu mengubah kebiasaan buruk jadi baik.
  6. Googling cari tau, dan sadari apa saja dampak buruk yang bisa ditimbulkan dari kebiasaan itu, biar kamu tambah ilfil kalo melakukannya lagi.
  7. OPTIMIS!!!
  8. Minta tolong kekuatan yang tinggi. Bergumullah dengan Tuhan. minta Tuhan membuat kamu jijik kalo melakukan kebiasaan buruk itu.
Trust me it Works!!!! 


hahaha.....salah satu contoh dari godaan si Bapak IBLIS!!!  sesuai dengan tema BLog ini!!!










By,,,
herlinasanda.blogspot.com